umur mempengaruhi kebijaksanaan dalam berkendara…. (pengalaman pribadi)

assalamualaikum

salam bikers dan salam sejahtera bagi kita smeua

seperti judul di atas, postingan ini merupakan cerita pengalaman pribadi saya, terutama pengalaman pribadi tentang berlalu lintas, tentunya berlalu lintas menggunakan sepeda motor (wong punyanya cuma sepeda motor)hehehehe…

saya mungkin termasuk anak yang cukup beruntung memiliki bapak yang dimana sangat memperhatikan safety dalam berkendara. secara pribadi saya pertama kali merasakan naik sepeda motor nyetir sendiri adalah kelas 4 SD pakai jupiter keluaran pertama itu pun ngebonceng bapak saya, tapi itu di kebon depan rumah dan dengan pengawasan orang tua, dan sangat-sangat dilarang untuk membawa motor sendiri walau secara teori saya sudah bisa mengendarai. dan berhubung masih bocah dan tidak memikirkan resiko saat melakukan tindakan terkadang saya nyuri-nyuri kesempatan buat naik motor niatnya cuma satu PENGEN GAYA.. hehehehe… pernah suatu kejadian ketahuan dan saya dimarahi habis”an oleh bapak saya…

anak-sd-naik-motor-1

lanjut ke jenjang SMP pada masa ini saya sudah boleh memakai sepeda motor, tapi hanya untuk latihan muter-muter sekitar dusun, dan tidak boleh ke jalan raya. namun, yang namannya anak-anak pasti ada saja niat buat nggak nurut sama orang tua, dan tanpa memikirkan resiko apa yang akan terjadi jika dia melakukan tindakan tersebut. pernah saya kecelakaan gara-gara dibonceng temen saya di jalan sawah dan nabrak kambiing.. untungnya cuma lecet-lecet biasa.

ridertua.com

ridertua.com

memasuki akhir SMP dan mau memasuki SMA  orang tua sedikit longgar dalam peraturan untuk menggunakan sepeda motor, namun hanya  sebatas muter-muter desa dan kecamatan, dan masih belum boleh buat berkendara ke kota.

cegah-anak-naik-motor

memasuki masa SMA yang notabennya anak-anaknya sudah memakai sepeda motor walau belum punya SIM, saya malah masih gowesan dan belum boleh naik motor buat ke sekolah karena belum punya SIM… terkadang terbesit pikiran pada saat itu kalau orang tua saya itu pelit dan nggak sayang sama saya (namanya juga bocah)… hehehe… baru beberapa bulan sekolah saya sudah mendapatkan SIM dan dibolehkan memakai sepeda motor, sepeda motor yang saya pakai pada waktu itu adalah Vega R generasi ke-2. namun walau jarak rumah ke sekolah hanya 3,5 Km, helm tidak boleh ketinggalan dan wajid ain buat di pakai….

anak-kecil-naik-motor

untuk masa SMA ini kesadaran Safety untuk berkendara masih belum muncul dalam pikiran saya, terkadan nyuri-nyuri buat mempreteli part” motor biar kayak anak gaul, minimal nyopot spion lah… itu tanpa sepengetahuan orang tua…. namun kebiasaan ini berakibat fatal, pernah saya kecelakaan di tabrak dari belakang karena spion nggak ada saat mau mendahului kendaraan di depan tanpa tahu bagaimana kondisi jalan dan kendaraan di belakang saya dan apesnya harus berurusan dengan polisi… ya untung saya cuma lecet-lecet biasa dan helm menyelmatkan kepala saya dari benturan di aspal, untung saja kondisi jalan agak sepi… dan mulai saat itu udah nggak berani macem-macem buat mempreteli part” keamanan motor…

memasuki masa kuliah, masa ini mengharuskan saya untuk sering riding jombang-malang kira-kira ya 120 Km-an… untuk awal-awal semester kesadaran safety riding masih rendah, terkadang pulang kampung hanya memakai sandal jepit, celana 3/4.. padahal orang tua sudah menyarankan buat pakek sepatu, celana, glove, dan masker.. namun ya tetep aja saya dengkal (keras kepala)…  namun memasuki semester 2 saya punya teman dan akrab, kebetulan teman saya adalah seorang Bikers sejati dan penunggang CBR 250R..  Bro Heri namanya, untuk ukuran seorang teman Bro heri ini lebih cocok sebagai seorang Bapak, soalnya umurnya udah memasuki kepala 4.. hehehe…. dengan sering sharing dan ngobrol akhirnya kesadaran saya untuk bersafety riding itu muncul, dan beliau lah yang menjadi panutan awal saya untuk bersafety riding.. hehehehe….. dulu yang awalnya suka ngebut membabi buta tanpa lihat situasi dan kondisi, namun sekarang lebih bijaksana dalam berlalu lintas… walau juga terkadang masih ada khilaf…. hehehe

393143_574851355862512_568813379_n

demikian curahan hati saya.. wkwkwkwk…. semoga bermanfaat 😀

Iklan

Tentang ardho redhis

si pemilik warung bernama Ardho Redhis, seorang anak bangsa yang sedang mencari jati diri. kelahiran Surabaya namun berakte jombang. saat ini sedang menempuh pendidikan disalah satu universitas negeri di kota Malang, Jawa Timur. Ardho redhis sejak SD sangat mencintai akan semua hal yang berbau otomotif, terutama roda dua. selain suka dengan otomotif ardho redhis juga pecinta musik, (otomotif dan musik suatu hal yang tidak dapat dipisahkan) terutama musik metal dan menjadi penggemar Band metal asal amerika Dream Theater. contact : ardho.redhis@gmail.com (Facebook,twitter,gmail)
Pos ini dipublikasikan di Safety Riding. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s